Dan Selamat Bermuktamar Buat seluruh ahli PERMAYA.
Dan tidak dilupakan juga kepada semua pencalonan terpilih yang bakal dinobat sebagai Exco sebagai peneraju kepimpinan PERMAYA sesi 2011/2012.
Semoga dengan pertukaran kepimpinan PERMAYA ini, mampu menambah baikkan lagi Pentarbiahan dalam membentuk kader-kader sebagai mata rantai perjuangan, demi meneruskan gerak kerja para Ambiya' dan Mursalin seperti yang telah ditaklifka oleh Allah SWT....In syaAllah.
Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta'ala : Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian hitam yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa minit. Dalam dialog tersebut, wanita tua itu setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dia menjawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya. Abdullah : "Assalamu'alaikum warahmatul-Lahi wabarakaatuh." Wanita tua : {سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ} (يس/58) Maksudnya : Ucapan salam sejahtera dari Tuhan Yang Maha Mengasihani Abdullah : Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?" Wanita tua : {مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ } (الأعراف/186) Maksudnya : Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan. Abdullah : "Kemana anda hendak pergi?" Wanita tua : {سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى } (الإسراء/1) Maksudnya : Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa. Abdullah : "Sudah berapa lama anda berada di sini?" Wanita tua : { ثَلاَثَ لَيَالٍ سَوِيًّا} (مريم/10) Maksdunya : Selama tiga malam dalam keadaan sihat Abdullah : "Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?" Wanita tua : { هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ} (الشعراء/79) Maksudnya : Dialah Allah pemberi aku makan dan minum Abdullah : "Dengan apa anda melakukan wudhu?" Wanita tua : { فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا } (المائدة/6) Maksudnya : Bila tiada air maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah - debu yang bersih Abdulah : "Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya?" Wanita tua : { ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ} (البقرة/187) Maksudnya : Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam , maghrib Abdullah : "Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?" Wanita tua : {وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ} (البقرة/184). Maksudnya : Dan berpuasa itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. Abdullah : "Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?" Wanita tua : {مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ} (ق/18) Maksudnya : Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid Abdullah : "Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?" Wanita tua : {وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً} (الإسراء/36) Maksudnya : Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan Abdullah : "Saya telah berbuat salah, maafkan saya." Wanita tua : { لاَ تَثْرِيبَ عَلَيْكُمْ الْيَوْمَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ} (يوسف/92) Maksudnya : Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu dan Dia lah jua Yang Maha Mengasihani daripada segala yang lain yang mengasihani. Abdullah : "Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan." Wanita tua : { وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ} (البقرة/197) Maksudnya : Dan apa jua kebaikan yang kamu kerjakan adalah diketahui oleh Allah Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata : Wanita tua : {قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ} (النور/30) Maksdunya : Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilakan ia mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap lagi. Wanita tua : {وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ } (الشورى/30) Maksudnya : Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri Selesai mengikat unta itu saya pun mempersilahkan wanita tua itu naik. Wanita tua : { سُبْحانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ}13) { وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ }(الزخرف/14) Maksudnya : Maha Suci Tuhan yang telah memudahkan kenderaan ini untuk kami, sedang kami sebelum itu tidak terdaya menguasainya , Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah, kami akan kembali Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita tua itu berkata lagi. Wanita tua : {وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ} (لقمان/19) Maksudnya : Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu Lalu aku jadikan unta itu jalan dengan perlahan, sambil mendendangkan beberapa syair Wanita tua : {فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْ الْقُرْآنِ} (المزمل/20) Maksudnya : Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur'an Abdullah : "Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak." Wanita tua : وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا الأَلْبَابِ} (البقرة/269) Maksudnya : Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya. Abdullah : "Apakah anda mempunyai suami?" Wanita tua : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ} (المائدة/101) Maksudnya : Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu Maka aku senyap seketika sehingga berjumpa dengan kafilah di depan kami Abdullah : "Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?" Wanita tua : {الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا} (الكهف/46) Maksudnya : Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak. Abdullah : "Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?" Wanita tua : {وَعَلاَمَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ} (النحل/16). Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan. Abdullah : "Adakah kamu kenal orang yang berada dalam kemah ini?" Wanita tua : {وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً} (النساء/125) Maksudnya : Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang nabi yang dikasihi : {وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا} (النساء/164) Maksudnya : Dan Allah berkata-kata kepada Musa : {يَا يَحْيَى خُذْ الْكِتَابَ بِقُوَّة} (مريم/12) : Wahai Yahya pelajarilah kitab itu bersungguh-sungguh Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu. Wanita tua : {فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنظُرْ أَيُّهَا أَزْكَى طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ} (الكهف/19) Maksudnya : Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa wang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata : Wanita tua : {كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الأَيَّامِ الْخَالِيَةِ} (الحاقة/24) Maksdunya : Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu Abdullah : "Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku tidak akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya." Ketiga anak muda ini secara serentak berkata : "Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara menggunakan ayat-ayat Al Qur'an, hanya karena bimbang tersalah bicara." Lalu Abdullah bin Mubarak berkata Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya dan berkata : ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ} (الحديد/21) Yang demikian ialah limpah kurnia Allah, diberikanNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya; dan Allah sememangnya mempunyai limpah kurnia yang besar Dipetik dari kitab : KaifaTahfazul Quran ( DR Mustafa Murad )
Ya Allah…. Terasa lama tak menambah baik blog ini. Mungkin masa sedikit tidak mengizinkan. Tidak tahu apa yang menjadi penghalang. Banyak isu-isu berlaku sekarang ini. Disebalik pelbagai peristiwa, banyak perasaan bermain dalam benak hati kerdil ini. Masalah disekeliling, ditambah pula saudara mara yang sekarang berada di tempat yang berlaku pergolakkan (Mesir). Semoga semua saudara dan sahabat-sahabat di sana dan di mana-mana selamat dan sentiasa dilindungi Allah..amin.
Hari Khamis & Jumaat lepas, rakyat Yaman berhimpun untuk memprotes kerajaannya. Mesir dalam keadaan masih tidak terkawal. Semua ini bermula dari Tunisia. Ya Allah.. Terasa hampir dengan janji-Nya. Bahawa Islam akan bangkit, keamanan dan kerahmatan akan kembali meliputi alam semesta.
Bagaimanakah Daulah Islamiah akan tertegak???
Ini adalah persoalan yang sekarang ini disangka dengan pelbagai tafsiran. Ada yang berpegang dengan cara hanya Mengundi, ada yang perpendapat dengan cara mentarbiah generasi, ada yang berjuang kedua-duanya, ada sebahagiannya dengan cara rusuhan dan berperang. Mungkin itu yang terbaik bagi mereka. “Nak berjalan dan pijak bumi pun, kena tengok jalan dan keadaan jugak”betul tak? Kalau dalam hutan, kena kejar dengan harimau lapar...tak kan nak jalan lenggang-lenggok macam jalan pergi pekan. Mesti kena lari habis laju, dan menyelit di celah-celah kayu.
Semua ada peranan masing-masing untuk Islam. Apa yang penting, buat sesuatu untuk kebaikkan Islam. Bukan untuk kepentingan peribadi dan jangan hanya sekadar angan-angan. Hidup hanya berfikir untuk periuk nasi dirumah semata-mata tanpa menghiraukan keadaan semasa yang berlaku pada umat Islam.
Ya Allah...Manfaatkanlah hidup kami ini untuk AgamaMu.
Golongan kuffar mempercayai Hadis Nabi saw bahawa Islam akan menakluki dunia, dan mereka merancang agar ianya tidak berlaku. Tetapi ini adalah janji Allah swt sepertimana FirmanNya :
“Mereka hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam) dengan mulut mereka, sedang Allah tidak menghendaki melainkan menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir tidak suka (akan yang demikian)”. Surah At-Taubah – Ayat 32
Mereka hanya mampu untuk menangguhkan kemenangan Islam. Tetapi mereka tidak mampu untuk menahan Islam dari bangkit sebagai Daulah yang utama. Islam akan tertegak. Mereka merancang, Allah juga merancang. Dan perancangan Allah mengatasi segala-galanya. Dan tugas kita melaksanakan tanggungjawab untuk kedaulatan Islam walau bagaimana cara sekali pun.
Apa yang berlaku di Yaman sekarang ni bukanlah satu pemberontakan seperti yang berlaku di Mesir. Tetapi himpunan rakyatnya dengan satu suara menuntut beberapa perkara. Dan warna ping (merah jambu) sebagai tema. Bukan warna merah terang. Di sebalik warna, kita mampu menafsirkan sesuatu, mereka tidak inginkan keburukkan dan kerosakkan berlaku. Tetapi apa yang di inginkan adalah keadilan. Tuntutan mereka dengan cara aman. Dibawah ini risalah yang diedarkan oleh rakyat Yaman :
Program ini bertujuan untuk mengikat kembali ukhuwwah yang pernah terjalin dizaman persekolahan yang penuh dengan suka dan duka. Selain dari perkelahan yang mungkin mendatangkan kegembiraan, ia juga sebagai tempat berkongsi permasalahan yang berlaku dikalangan sahabat2 yang pernah berukhuwwah kerana Allah. Semoga ianya berjalan sepertimana yang dirancang...InsyaAllah.
Ya Allah...
Di sisi-Mu penuh dengan Rahmah,
Merentasi alam buat Insan yang lemah,
Engaku sediakan cinta buat orang yang mencinta,
Engkau sediakan siksa buat orang yang derhaka,
Aku tahu, Rahmat-Mu mengatasi segalanya,
Mengampuni setiap apa yang dipinta,
Selagi manusia tidak menyekutukan-Mu sebagai yang Esa,
Bagi diriku yang penuh dosa dan noda,
Yang tidak terdaya dan tanpa kuasa,
Ku mohon pada-Mu wahai Sang Pencipta,
Yang menguasai Alam Semesta,
Ku merancang apa yang ku rasakan baik buat sahabat2ku,
Yang ku dengari,
Mereka sering terasa duka,
Aku tidak merasakan,
kerana kebencian-Mu yang mereka merasa terseksa,
Tetapi ku tahu,
Engkau menyusun beribu hikmah,
Di sebalik setiap peristiwa,
Oleh itu Ya Allah,
Engkau Bantulah aku,
Untuk menjayakan Program Ijtima' Mahabbah kerana-Mu,
Salam Ramadhan buat semua pengunjung blog eman2u. Ramadhan adalah Madrasah Tarbiyyah untuk mendidik dan menyucikan jiwa kita. Padanya juga mempunyai tawaran yang istimewa. Ganjarannya berlipat kali ganda sehinggakan mempunyai satu malam yang ganjarannya sama seperti seribu bulan. Keistimewaan ini akan dianugerahkan kepada insan yang benar-benar ikhlas memperhambakan dirinya kepada Allah s.w.t. Kesungguhannya dalam ber'ibadah tidak memilih waktu dan ketika.
Oleh itu, ber'ibadahlah dengan penuh rasa takut (dengan azab siksa) dan mengharap (rahmat dan kasih sayang) dari-Nya. Tanamkan tekad dan semangatkanlah diri untuk memperolehi seluruh keistimewaan yang ditawarkan oleh Allah s.w.t. Semoga Allah s.w.t. meletakkan kita dikelompok yang ber'ibadah didalam bulan ramadhan ini dengan penuh keimanan dan penghayatan...in sya Allah..
*HADIS RASULLAH SAW TENTANG PEMBEBASAN CONSTANTINOPLE*
*Sabda Rasulullah saw ketika menggali Khandaq; *
“..Constantinople (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera……”
-Hadis riwayat Imam Ahmad-
Umat Islam berlumba-lumba untuk membebaskan Constantinople demi mendapatkan penghormatan yang dijanjikan oleh Allah swt di dalam Hadis tersebut. Walau bagaimanapun, kesemua kempen yang dilancarkan menemui kegagalan. Di antaranya, 5 kempen di zaman Kerajaan Umayyah, 1 kempen di zaman Kerajaan Abbasiyah dan 2 kempen di zaman Kerajaan Usmaniyah.
Di dalam salah sebuah kempen semasa zaman Kerajaan Umayyah, seorang sahabat besar Nabi saw iaitu Abu Ayyub Al-Ansary ra telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab:
"Kerana aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda dari sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa mereka membebaskan Constantinople nanti".
Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi saw.
Hadis Nabi saw ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al-Fateh, khalifah ke-7 Kerajaan Usmaniyyah dan 150,000 orang tenteranya.
Siapakah Sultan Muhammad Al-Fateh? Apakah kehebatan Baginda dan tentera-tenteranya sehingga disebut *“sebaik-baik raja"** dan "sebaik-baik tentera"* di dalam Hadis tersebut?.
*PENGENALAN *
Baginda dilahirkan pada 29 Mac 1432 Masihi di Adrianapolis (sempadan Turki -Bulgaria). Walau bagaimanapun, sejarah hidup Baginda sebenarnya telah bermula hampir 800 tahun sebelum kelahirannya kerana telah disebut sebagai *"sebaik-baik raja"* di dalam Hadis tadi. Baginda juga dikenali dengan gelaran *Muhammad Al-Fateh* dan *Muhammad The Conqueror* kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.
Baginda menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451 – 1481). Baginda merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 kempen peperangan. Baginda mangkat pada 3 Mei 1481 kerana sakit gout. Dan Ada dikalangan ahli sejarah berpendapat Baginda mangkat akibat diracun.
*PENDIDIKAN *
Baginda menerima pendidikan yang menyeluruh dan bersepadu. Di dalam bidang keagaman, gurunya adalah Syeikh Shamsuddin Al-Wali dikatakan dari keturunan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra. Di dalam ilmu peperangan pula, Baginda diajar tentang tektik peperangan, memanah dan menunggang kuda oleh panglima-panglima tentera.
Di dalam bidang akademik pula, Baginda adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang *fasih bertutur dalam 7 bahasa iaitu Bahasa Arab, Latin, Greek, Serbia, Turki, Parsi dan Hebrew.
*Di dalam bidang Ilmu Pemerintahan pula, ayahanda Baginda , Sultan Murad II, dengan tujuan mendidik, semasa pergi bersuluk ke Pulau Magnesia, telah melantik Baginda yang baru berusia 12 tahun memangku jawatan Khalifah.
Dalam usia semuda ini Baginda telah matang menangani tipu helah musuh.
*KEPERIBADIAN *
Baginda sentiasa bersifat *tawadhu' dan rendah diri* . Semasa membina Benteng Rumeli Hissari, Baginda membuka baju dan serbannya, mengangkat batu dan pasir hingga orang-orang disekeliling dan menteri-menteri terpaksa ikut sama bekerja.
Baginda seorang yang sentiasa tenang, pendiam, berani, sabar, tegas dan kuat menyimpan rahsia pemerintahan. Baginda sangat cintakan ulama’ dan selalu berbincang dengan mereka tentang permasalahan negara.
*PERSIAPAN AWAL MEMBEBASKAN CONSTANTINOPLE*
Selama 2 tahun selepas menaiki takhta, Baginda mengkaji pelan Kota Costantinople setiap malam bagi mengenal pasti titik kelemahannya.
Baginda juga mengkaji sebab-sebab kegagalan kempen-kempen terdahulu serta berbincang dengan panglima-panglima perangnya tentang strategi yang sesuai untuk digunakan.
Baginda mengarahkan dibina peralatan perang termoden seperti meriam besar yang boleh menembak bom 300 kg sejauh 1 batu. Benteng Rumeli Hissari dibina di tebing sebelah Eropah, lebih kurang 5 batu dari Kota Constantinople di mana Selat Bosphorus adalah yang paling sempit.
Ia dibina bertentangan dengan Benteng Anadolu Hisar di tebing sebelah Asia yang telah dibin oleh Sultan Bayazid Yildirim dahulu. Benteng ini mengawal rapi kapal-kapal yang melintasi Selat Bosphorus. Perjanjian damai dibuat dengan pihak Wallachia, Serbia dan Hungary untuk memencilkan Constantinople apabila diserang nanti.
Baginda membawa bersama para ulama’ dan pakar motivasi ke medan perang bagi membakar semangat jihad tenteranya. Sebaik sahaja menghampiri dinding kubu Kota Constantinople, Baginda mengarahkan dilaungkan Azan dan solat berjemaah.
Tentera Byzantine gementar melihat 150,000 tentera Islam bersolat di belakang pemimpin mereka dengan laungan suara takbir memecah kesunyian alam.
*MELANCARKAN SERANGAN KE ATAS CONSTANTINOPLE*
Setelah segala persiapan lengkap diatur, Baginda menghantar utusan kepada Raja Bizantin meminta beliau menyerah. Keengganan beliau mengakibatkan kota tersebut dikepung. Pada 19 April 1453, serangan dimulakan. Kota tersebut hujani peluru meriam selama 48 hari. Setengah dinding luarnya rosak tetapi dinding tengahnya masih teguh.
*Menara Bergerak*
Seterusnya Baginda mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi dari dinding kubu Byzantine dan memuatkan ratusan tentera. Tentera Byzantin berjaya memusnahkan menara tersebut setelah ianya menembusi dinding tengah kubu mereka.
*Bantuan Dari Pope Vatican*
Pope di Rome menghantar bantuan 5 buah Kapal Armada yang dipenuhi dengan senjata dan tentera. Perairan Teluk Golden Horn direntang dengan rantai besi untuk menghalang kemaraan Kapal Armada Usmaniyah. Ini menaikkan semula semangat tentera Bizantin.
*Melancarkan Kapal Perang Dari Puncak Gunung*
Kegembiraan mereka tidak lama. Keesokan paginya, mereka dikejutkan dengan kehadiran 72 buah kapal perang Usmaniyah di perairan Teluk Golden Horn. Ini adalah hasil kebijaksanaan Baginda mengangkut kapal-kapal ke atas gunung dan kemudian diluncurkan semula ke perairan Teluk Golden Horn. Tektik ini diakui sebagai *antara tektik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia* oleh para sejarawan Barat sendiri. Kapal-kapal itu kemudiannya membedil dinding pertahanan belakang kota.
Kapal-kapal perang tentera Byzantin habis terbakar kerana bedilan meriam Usmaniyah. Pertahanan Byzantin menjadi semakin lemah. Baginda mengambil kesempatan pada malamnya dengan memberikan semangat kepada tenteranya serta mengingatkan mereka kepada Hadis Rasulullah saw dan bersama-sama berdoa kepada Allah swt.
*Memanjat dan Melastik Dinding Kota *
Keesokan paginya tentera Usmaniyah cuba memanjat dinding dalam kubu dengan tangga dan cuba merobohkannya dengan lastik besar. Tentangan sengit pihak Byzantin menyebabkan ramai yang syahid. Baginda memerintahkan tenteranya berundur dan bedilan meriam diteruskan sehingga tengahari.
*Karisma Seorang Pemimpin*
Pengepungan selama 53 hari tanpa sebarang tanda-tanda kejayaan telah menimbulkan rasa bosan dan menghilangkan keyakinan tentera Baginda. Pada saat yang genting ini Baginda berucap menaikkan semangat tenteranya:
“Wahai tenteraku, aku bersedia untuk mati di jalan Allah. Sesiapa yang mahu syahid ikutlah aku!".
Mendengarkan itu, Hasan Ulubate, salah seorang tentera Baginda mengetuai sekumpulan kecil 30 tentera membuka dan melompat masuk ke dalam kubu musuh lantas memacak bendera Islam di situ. Mereka kesemuanya gugur syahid setelah dihujani anak panah musuh. Kemudian tentera-tentera Islam menyerbu bertali arus menembusi barisan pertahanan Byzantin sambil melaungkan kalimah Allahu Akbar.
*Penawanan Constantinople*
Pada 29 Mei 1453, Kota Constantinople jatuh ke tangan Islam. Baginda menukar namanya kepada *Islambol (Islam keseluruhan)*. Gereja Besar St Sophies ditukar kepada Masjid Aya-Sofiya. Baginda dengan tawadhuknya melumurkan tanah ke dahinya lalu melakukan sujud syukur. Semenjak peristiwa inilah Baginda diberi gelaran *"Al-Fateh" *iaitu yang menang kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.
*SEBAIK-BAIK RAJA DAN SEBAIK-BAIK TENTERA*
Pada kali pertama solat Jumaat hendak didirikan, timbul pertanyaan siapa yang layak menjadi imam. Baginda memerintahkan kesemua tenteranya termasuk dirinya bangun lantas bertanya,
"Siapa di antara kita sejak baligh hingga sekarang pernah meninggalkan solat fardhu walau sekali sila duduk!".
Tiada seorang pun yang duduk, kerana tidak seorang pun di antara mereka pernah meninggalkan solat fardhu.
Baginda bertanya lagi, "Siapa di antara kita yang sejak baligh hingga kini pernah meninggalkan solat sunat rawatib sila duduk!".
Sebahagian daripada tenteranya duduk.
Kemudian Baginda bertanya lagi, "Siapa di antara kamu sejak baligh hingga ke saat ini pernah meninggalkan solat tahajjud walaupun satu malam, sila duduk!".
Kali ini semuanya duduk, kecuali Sultan Muhammad Al-Fateh sendiri.
Baginda *tidak pernah meninggalkan solat fardhu, Solat Sunat Rawatib dan Solat Tahajjud sejak baligh* . Inilah dia anak didikan Syeikh Shamsuddin Al-Wali.
Bagindalah sebaik-baik raja yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah saw di dalam Hadisnya itu.
Dipetik dari buku: Suka Duka Gerakan Islam Dunia Arab
Karangan: Maryam Jameelah
SHEIKH MUHAMMAD ABDUL WAHAB
PELOPOR GERAKAN WAHABI
Telah menjadi satu kenyataan, awal abad ke 12 Hijrah merupakan masa di mana keruntuhan akhlak dan aqidah Islam berada pada tahap yang menghinakan di seluruh negara Islam. Keadaan Ummat Islam pada masa itu amat jauh berbeza dengan keadaan Ummat Islam di zaman Rasulullah S.A.W sehingga ia menjadi tandatanya bukan saja kepada orang Islam malah termasuk orang bukan Islam. Seorang penulis Amerika Lothdrop Stoddard telah menggambarkan dengan jelas keadaan keruntuhan Ummat Islam di zaman ini.
Mengikut pendapat Amir Shakib Arsalan, ketegasan dan ketepatan gambaran yang diberikannya itu tidak dapat ditandingi oleh cerdik pandai Islam yang lain:
"Agama Islam hancur seperti hancurnya agama-agama lain. Keesaan Allah di dalam ajaran Islam telah dibebankan dengan pembiakan berjenis-jenis teori karut dan ajaran salah. Masjid-masjid kosong dan menanti runtuh, dipulau oleh sijahil yang sibuk dengan tangkal azimat, jampi serapah dan tasbih. Mereka lebih memberi perhatian kepada Faqih dan Tok Lebai yang sesat. Mereka menunaikan haji di kubur-kubur 'orang wali' yang disembah sebagai perantaraan atau keramat. Ajaran Qur'an tidak dihiraukan sehingga Mekkah dan Madinah menjadi tempat di asingkan. Boleh dikatakan hidup mereka sudah lari dari ajaran Islam. Jikalaulah Nabi Muhammad balik ke dunia, sudah tentulah baginda akan menganggap mereka sebagai murtad atau penyembah berhala".
(The New World of Islam pp. 22-26.)
Di tengah keadaan yang tidak menggalakkan itu Muhammad bin Abdul Wahab dilahirkan dalam tahun 1703 di tengah sebuah keluarga yang terkenal dengan alim dan mulia di Nejd. Di masa kanak-kanaknya beliau sudah menunjukkan sifat-sifat luar biasa dari orang lain. Apabila Muhammad bin Abdul Wahab meningkat dewasa, beliau sudah dikenali di seluruh Arabia sebagai seorang alim yang bijak. Dia mula dikerumuni oleh ramai murld-murid.
Muhammad bin Abdul Wahab masih lagi dahagakan ilmu sehing-gakan dia pergi ke Mekkah, Madinah dan akhirnya ke Iran untuk belajar. Di Iran beliau menuntut ilmu dari beberapa orang ulamak di sana.
Apabila beliau balik ke Nejd, pemerintah kawasan itu merasa bimbang terhadap pengaruhnya yang mungkin akan menghancurkan kuasanya. Kerana kebimbangan inilah salah seorang dari pemimpin Nejd telah mengirim amaran kepada Gabenor di situ:
"Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab melakukan perkara yang bercanggah dengan kehendak dan kesukaan saya. Oleh itu kamu mesti bunuh dia sekarang. Jika tidak kami tidak akan membayar subsidi kepada kamu'".
Mendengar khabar itu, Sheikh Muhammad dengan beraninya mengatakan:
"Pendirian yang saya pegang dan risalah yang saya laungkan kepada setiap orang ialah 'La illaha illallah -Tiada Tuhan melainkan Allah' Aku menyeru kepada prinsip asas Islam iaitu menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemungkaran. Jikalau kamu memegang teguh risalah ini, InsyaAllah, Allah akan mengalahkan musuh-musuh kamu".
Dengan sikap hati batu, Gabenor di situ telah mengusir Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab keluar dari daerahnya sehingga beliau terpaksa berjalan kaki menyeberangi padang pasir yang panas menuju ke tempat buangan.
Di dalam perjalanannya, Sheikh telah disambut oleh Amir Muhammad Ibn Saud yang berjanji untuk bekerjasama menjayakan rancangan Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sheikh Muhammad bin abdul Wahab tidak berpuas hati dengan hanya berdakwah. Beliau bercita-cita untuk menubuhkah sebuah masyarakat di mana Islam dalam keadaan tulen menjadi perlembagaan hidup. Di bawah pemerintahan Amir Muhammad Ibn Saud, cara hidup, aqidah dan perangai rakyatnya bertukar dengan sepenuhnya. Belum pada itu, sebahagian besar dari penduduk Mekkah dan Madinah hanyalah Islam pada nama sahaja.
Mereka tidak mengetahui apa-apa melainkan mengucapkan dua kalimah syahadah. Sekarang mereka diperintah untuk sembahyang berjemaah, puasa bulan Ramadhan dan membayar zakat. Tembakau, sutera dan symbol kemewahan telah dihapuskan sama sekali. Cukai yang tidak berunsur Islam juga dihapuskan. Inilah pertama kali dalam berabad-abad lamanya, orang Badwi dapat hidup dalam aman dan senang lenang. Mereka tidak perlu lagi risau tentang lembu atau harta mereka dicuri orang. Sehinggakan hamba kulit hitam berani membuat pengaduan di hadapan kaum yang terberani serta yang tergagah dan si hamba itu disuruh membilang kesalahannya begitu saja dengan ikhlas hati. Perbalahan mazhab berkurangan apabila ulamak dari setiap mazhab yang diiktiraf bergilir-gilir menjadi imam sembahyang berjemaah di masjid.
Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab terbukti seorang mujaddid yang terkenal yang boleh dianggap sebagai pengganti kepada Imam Ahmad bin Ibn Hanbal dan Ibn Taimiyyah. Seperti mereka ini, Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab menolak fahaman akal Muktazilah. Beliau menekankan supaya isi Qur'an dan Sunnah Rasulullah s.a.w. yang sahih mestilah diterima dan diikuti menurut makna ayat yang ringkas dengan tidak bersoal. Beliau juga menekankan tentang betapa pentingnya Qur'an itu tidak disertakan dengan tafsir yang berunsur mistik. Beliau juga menentang amalan mewarna Qur'an dengan warna berkilat-kilat. Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab juga merasa kurang senang melihat ramai orang terlalu memberi ketaatan kepada tafsiran isi Qur'an berbanding dengan isi Qur'an itu sendiri serta hadith-hadith Rasulullah.
Pada hal, tafsiran ialah karangan manusia, yang berkemungkinan salah. Beliau menjelaskan, jika teks Qur'an dicampur adukkan dan dikucar-kacirkan dengan tafsiran-tafsiran maka kemungkinan Ummat Islam tidak lagi dapat menikmati keaslian teks Qur'an yang asal. Mereka akan terjerumus ke dalam kesesatan yang telah diamalkan olen Yahudi dan Nasrani.
Walaupun dalam perkara Syariah, beliau mengikuti Hanbali, namun begitu, beliau tidak mengikutnya dengan membuta tuli dalam semua perkara. Di dalam tulisannya, dia tidak membangkang sesiapa saja dari orang Islam yang ingin berpegang kepada mazhab Islam yang tiga itu. Dengan pancaran hati yang terang. Sheikh Muhammad berpendapat, mengikut kajiannya, keruntuhan Ummat Islam pada masa itu berpunca dari kaitan mereka dengan mistik dan Tassawuf. Walaupun begitu Sheikh tidak menentang Tassawuf dengan membuta tuli. Pada masa mudanya, beliau telah belajar dengan teliti dan perasaan simpati dengan seluruh cabang ajaran Sufi di Iran. Apabila umurnya meningkat tua, beliau menyedari bahawa penyalahgunaan Tassawuf telah
tersebar luas dan dianuti oleh ramai Ummat Islam. Ianya adalah seperti air yang bersih dan halal tetapi terpaksa diharamkan oleh doktor jika ianya membahayakan pesakit. Tassawuf dari segi prinsipnya halal tetapi jika ia boleh membawa bahaya maka ianya hendaklah ditolak ke tepi. 'Warnakanlah tikar sembahyang kamu dengan arak jika ketua Tasawwuf kami memerintahkannya'.
Dengan terang, pemikiran seperti ini adalah syirik. Mereka tidak dapat membezakan kepada siapa yang perlu diberi ketaatan, Allah atau ketua Tasawwuf.
Sheikh-sheikh di Arabia pun sedar bahawa Ummat Islam telah ketagih dengan Sufi ini. Inilah perkara yang menidurkan mereka dan menahan mereka dari kecergasan dan pergerakan. Itulah sebabnya Sheikh Ahmad bin Abdul Wahab memilih strategi untuk menentang penyelewengan dalam soal mistik yang terang-terang bercanggah dengan prinsip aqidah dan keesaan Allah.
Prinsip aqidah dan keesaan Allah amatlah penting dalam Islam. Beliau menentang dengan keras sekali perkara-perkara seperti bid’ah, menyembah keramat, menyembah tanda-tanda dan menyembah kubur. Di samping itu, Sheikh juga menentang amalan yang bercanggah dengan Sunnah Rasulullah yang lazim dilakukan pada masa itu seperti mendirikan masjid dan bangunan di atas kubur. Beliau memerintah supaya semua ini diruntuhkan. Walau pun begitu, beliau tidak membantah menziarahi kubur untuk mengingati mati.
Perkara seperti menyembah datuk nenek, meminta pertolongan dari orang dalam kubur dan membuat orang mati sebagai perantaraan dengan Allah ditentang hebat oleh Sheikh.
Sudah menjadi sunnatullah, Sheikh mendapai tentangan hebat dari semua penjuru. Musuh-musuhnya cuba untuk meyakinkan orang ramai bahawa apa yang diajar oleh Sheikh itu ialah agama rekaan baru yang tidak ada kena mengena dengan ajaran Islam. Mereka memfitnah bahawa Sheikh Ahmad cuba mereka-reka mazhab baru dan akan melabelkan sesiapa yang enggan menurut mazhabnya sebagai kafir. Fitnah ini tidak mempunyai kebenaran langsung.
Musuh-musuhnya mula menamakan pengikut-pengikut Sheikh Ahmad sebagai 'Wahabi'. Selepas Amir Abdul Aziz meninggal dunia, anaknya menggantikannya. Amat malang sekali, anaknya itu tidak mempunyai banyak ilmu dalam soal kenegaraan dan diplomasi. Beliau telah mengapi-apikan pengikut Wahabi supaya melawan kerajaan Islam Turki yang wujud pada masa itu. Kalaulah dia seorang yang bijaksana, dia patutlah mengelakkan diri dari menumpahkan darah sesama Islam. Semua ini berlaku kerana sifat mementingkan diri sendiri di mana mereka ini ingin menjadi pemerintah. Di mata Turki, nama Wahabi amatlah dibenci.
Kesilapan ini telah mencetuskan peristiwa malang di mana Mesir telah menyerang Arabia untuk menghancurkan pergerakan Wahabi. Muhammad Ali ialah pemerintah Mesir yang berbangsa Albania. Selepas peperangan sengit di Taif, Muhammad Ali menyerang dan mengalahkan Wahabi. Lebih dari 50,000 pengikut Wahabi dibunuh. Mayat-mayat bergelimpangan di seluruh bandar.
Selepas kekalahan ini, orang-orang Wahabi sekali lagi dizalimi. Semua ketuaketua Wahabi dikumpul dan dibunuh di khalayak ramai. Mayat-mayat mereka diberi makan kepada anjing. Bandar-bandar yang berdekatan telah diceroboh, pohon kurma ditebang, tanaman dan binatang ternakan dibunuh serta rumahrumah di bakar hangus. Orang-orang tua, orang sakit, perempuan dan kanakkanak di bunuh tanpa kasihan belas. Mendengar berita tersebut kerajaan British yang takut kepada kebangkitan Islam itu amatlah gembira sekali dengan perbuatan Muhammad Ali dan anaknya Ibrahim. Kerajaan British telah menghantar satu delegasi khas dari India untuk mengucapkan syabas kepada Muhammad Ali dan anaknya Ibrahim. Rombongan itu diketuai oleh Captain George Forester Sadlier.
Dalam tahun 1900, seorang padri Kristian Samuel Zwemer menulis: "Pergerakan Wahabi telah dapat dihapuskan. Kesan politik akibat dari pergerakan Wahabi hanyalah kejutan sementara. Kekuatan bangsa Saudi hanya tinggal dalam sejarah sekarang".
Ramalan ini didapati salah kerana kurang daripada suku abad selepas itu, Sultan Abdul Aziz telah menakluki seluruh Semenanjung Tanah Arab melalui usahanya sendiri. Pada peringkat awalnya, bukan saja orang-orang di Tanah Arab malah seluruh Ummat Islam di merata dunia tidak sabar-sabar lagi ingin melihat kebangkitan Islam se dunia di bawah pimpinannya.
Malang sekali, harapan ini jatuh berkecai. Apabila beliau mengistiharkan bahawa beliau akan menegakkan sistem beraja, teranglah bahawa Raja Ibn Saud menggunakan Wahabi sebagai alat untuk mencari kuasa bagi dirinya. "Di sepanjang hidupnya, Ibn Saud suka bercakap tentang Islam sebagai tanggungjawab yang diamanahkan kepadanya tetapi menjadi jelas sekarang bahawa kepentingan dirinya untuk menjadi raja mengatasi kesungguhannya untuk memperjuangkan Islam. Kata-katanya- yang manis telah dapat menipu ramai orang termasuk dirinya sendiri. Dia seorang sederhana, bersopan santun tetapi dia membiarkan dirinya menyertai orang yang di sekelilingnya dalam hidup membazir dan kemewahan yang berlebihan. Dia kuat beragama tetapi jarang sekali dia memikirkan tentang tujuan upacara-upacara ibadat.
Beliau menunaikan sembahyang lima kali sehari dengan sempurna dan menghabiskan masa berjam-jam beribadat di malan hari tapi dia tidak mengetahui bahawa sembahyang hanyalah jalan bukannya matlamat. Beliau bercakap tentang kebesaran cara hidup Islam tetapi beliau tidak membuat apa-apa usaha untuk membentuk sebuah masyarakat maju yang berlandaskan cara hidup Islam. Beliau tidak pernah cuba untuk mencari kesilapan dirinya sendiri tetapi menggunakan segala helah akal untuk menganggap apa yang dibuatnya semuanya betul, walaupun terang-terang salah.
Pcngampu-pengampu di kelilingnya tidak membuat apa-apa untuk memperbaiki kelemahannya. Masing-masing merebut-rebut untuk mencari harta pemberian."
(The Road To Mecca Mohammad Asad op. cit.)
Yang sebenarnya, Ibn Saudlah yang menghancurkan harakah Islam di Arabia dengan mengizinkan carigali minyak oleh syarikat syarikat minyak Amerika pada tahun 1932. Kalaulah beliau masih berpegang teguh kepada prinsip perjuangan Islam sudah tentulah beliau menolak syarikat itu. Dengan cara ini, ianya dapat menahan atau melambatkan untuk beberapa kurun pengaruh kebudayaan barat dari bertapak di Saudi Arabia. Akhirnya, perjuangan untuk menegakkan masyarakat Islam tertimbus dalam ketamakan harta dunia.
"Semangat perjuangan Islam Wahabi mati di hari Amerika menemui minyak dengan banyak di Saudi Arabia. Semenjak 1912, berterusan selama 30 tahun seluruh hidup dan aktiviti negara dikawal oleh prinsip-primip Islam. Tepat masuk waktu sembahyang, semua perniagaan dihentikan, pintu kota ditutup dari keluar masuk dan sekian penduduk lelaki berduyun-duyun ke masjid.
Sekarang semuanya sudah bertukar. Minyak memberi kesan kepada social ekonomi rakyat berkali ganda. Kekayaan yang melimpah telah menyebabkan anak-anak raja dan orang kaya bersenang lenang mengikut cara hidup Barat.
Mereka mula biasa dengan perlancungan keluar negeri, pakaian rekaan asing dan kemewahan cara asing yang berbagai rupa. Minyak jugalah yang menyebabkan berlakunva proses perpindahan dari negara menyebabkan masyarakt Saudi Arabia bertukar dari yang asal. Pendatang-pendatang terdiri dari Pegawai-pegawai dan buruh-buruh yang memburu kerja, peniaga-peniaga yang mencari keuntungan cepat dan pengilang-pengilang yang ingin melabur.
Yang membimbangkan sekali, terdapat guru-guru dan ahli teknikal yang memberi sumbangan yang besar dalam mmbaratkan generasi muda. Mereka berpakaian seperti orang Eropah dan berkelakuan tidak berbeza dan orang barat. Adalah tidak lama masanya di mana Saudi Arabia akan di baratkan seperti yang berlaku pada negara jirannya".
(Riyadh : Ancient and Modern 'Harry St. John Bridge Philby, The Middle East Journal, Washington DC sring 1959.)
Walaupun pergerakan Wahabi dari segi politiknya berpusat di Saudi Arabia, tapi semangatnya telah memberi kesan yang menyegarkan ke stiap penjuru dunia Islam. Perjuangannyalah yang akhirnya menjadi inspirasi kepada pergerakan al-Ikhwan al-Muslimin. Dengan pertolongan mujaddid-mujaddid seperti Ahmad bin Abdul Wahab inilah, Islam dapat dihidupkan kembali dan diselamatkan dari mala petaka.
Dipetik dari buku: Suka Duka Gerakan Islam Dunia Arab